This study aims to describe the forms of logical fallacies found in the dialogues and narrative statements of the characters in Brian Khrisna’s novel Sisi Tergelap Surga. This research employs a qualitative, descriptive approach. The data consist of excerpts of dialogues and narrative passages that contain reasoning errors in the novel. The data were collected through reading and note-taking techniques, and the analysis was conducted by identifying, classifying, and interpreting the types of logical fallacies based on the theory proposed by Copi and Cohen in Introduction to Logic. The results show that the characters’ dialogue and narratives contain several logical fallacies, including ad hominem, appeal to emotion, false dilemma, and hasty generalization. These fallacies appear in various conversational contexts related to domestic conflicts, economic pressures, and the social stigma the characters experience. The use of illogical arguments indicates that the characters’ reasoning is often influenced by emotions, personal experiences, and the social conditions surrounding them. Therefore, analyzing logical fallacies in literary works not only reveals errors in reasoning within character speech but also provides insight into the social and psychological realities that shape the characters’ behavior in the narrative. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk cacat logika yang terdapat dalam dialog dan narasi tokoh pada novel Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa kutipan dialog dan narasi tokoh yang mengandung kesalahan penalaran dalam novel tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, serta menafsirkan bentuk cacat logika berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Copi dan Cohen dalam Introduction to Logic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog dan narasi tokoh dalam novel tersebut mengandung beberapa bentuk cacat logika, antara lain ad hominem, appeal to emotion, false dilemma, dan hasty generalization. Cacat logika tersebut muncul dalam berbagai konteks percakapan tokoh yang berkaitan dengan konflik rumah tangga, tekanan ekonomi, serta stigma sosial yang dialami tokoh-tokoh tersebut. Penggunaan argumen yang tidak logis tersebut menunjukkan bahwa cara berpikir tokoh sering dipengaruhi oleh emosi, pengalaman hidup, serta kondisi sosial yang dihadapi. Dengan demikian, analisis cacat logika dalam karya sastra tidak hanya membantu memahami kesalahan penalaran dalam bahasa tokoh, tetapi juga memberikan gambaran mengenai realitas sosial dan psikologis yang melatarbelakangi perilaku tokoh dalam cerita. Kata kunci: analisis wacana, cacat logika, Copi dan Cohen, dialog tokoh, novel.
Copyrights © 2026