Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menuai kontroversi memunculkan fenomena unik ketika ibu rumah tangga, yang bukan merupakan sasaran kebijakan tersebut, tampil sebagai penggerak aksi “Stop MBG”. Kajian tentang gerakan sosial yang memposisikan ibu rumah tangga sebagai pelaku demonstrasi masih jarang ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motivasi yang mendorong tindakan ibu rumah tangga dalam mengikuti aksi “Stop MBG”, memahami gerakan tersebut sebagai gerakan protes ibu rumah tangga, serta memaknai secara kritis motif dan tujuan keterlibatan mereka dalam aksi tersebut menggunakan teori feminist standpoint dengan konsep ruling relations dari Dorothy Smith serta konsep because-of motive dan in-order-to motive yang digagas oleh Alfred Schutz. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi kritis melalui wawancara mendalam bersama lima ibu rumah tangga yang berpartisipasi dalam aksi “Stop MBG” pada Oktober 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran domestik, marjinalisasi struktural, dan tekanan ekonomi adalah motif yang menciptakan kesadaran kritis pada ibu rumah tangga, sehingga mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam aksi “Stop MBG”, sementara tujuan yang ingin dicapai adalah evaluasi kebijakan dan penanaman kesadaran kritis di kalangan ibu rumah tangga. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan perspektif feminist standpoint dan konsep motif fenomenologis untuk mengungkap bagaimana kelompok nonsasaran kebijakan dapat bertransformasi menjadi komunikator kritis di ruang publik.
Copyrights © 2026