Erna Febriani
Universitas Esa Unggul, Jakarta, Indonesia.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gerakan Sosial “Stop MBG” Sebagai Aksi Protes Ibu Rumah Tangga Terhadap Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) Alfi Dini Rahman; Erna Febriani
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (Juli - September 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v4i3.3696

Abstract

Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menuai kontroversi memunculkan fenomena unik ketika ibu rumah tangga, yang bukan merupakan sasaran kebijakan tersebut, tampil sebagai penggerak aksi “Stop MBG”. Kajian tentang gerakan sosial yang memposisikan ibu rumah tangga sebagai pelaku demonstrasi masih jarang ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motivasi yang mendorong tindakan ibu rumah tangga dalam mengikuti aksi “Stop MBG”, memahami gerakan tersebut sebagai gerakan protes ibu rumah tangga, serta memaknai secara kritis motif dan tujuan keterlibatan mereka dalam aksi tersebut menggunakan teori feminist standpoint dengan konsep ruling relations dari Dorothy Smith serta konsep because-of motive dan in-order-to motive yang digagas oleh Alfred Schutz. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi kritis melalui wawancara mendalam bersama lima ibu rumah tangga yang berpartisipasi dalam aksi “Stop MBG” pada Oktober 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran domestik, marjinalisasi struktural, dan tekanan ekonomi adalah motif yang menciptakan kesadaran kritis pada ibu rumah tangga, sehingga mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam aksi “Stop MBG”, sementara tujuan yang ingin dicapai adalah evaluasi kebijakan dan penanaman kesadaran kritis di kalangan ibu rumah tangga. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan perspektif feminist standpoint dan konsep motif fenomenologis untuk mengungkap bagaimana kelompok nonsasaran kebijakan dapat bertransformasi menjadi komunikator kritis di ruang publik.