Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tahapan siklus kehidupan desa wisata berdasarkan teori Tourism Area Life Cycle (TALC) Butler (1980) serta menganalisis distribusi spasial desa wisata di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian menggunakan pendekatan spasial kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Analisis spasial dilakukan melalui pemetaan lokasi desa wisata menggunakan Google Earth. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Loyok dan Kotaraja berada pada tahap Keterlibatan (Involvement), Desa Wisata Tetebatu Selatan dan Jeruk Manis berada pada tahap Pengembangan (Development), sedangkan Desa Wisata Tetebatu dan Kembang Kuning berada pada tahap Konsolidasi (Consolidation). Distribusi spasial membentuk pola mengelompok, terutama di wilayah utara hingga tengah Kecamatan Sikur pada koridor kaki Gunung Rinjani. Tingkat perkembangan dipengaruhi oleh potensi wisata, aksesibilitas, keterkaitan antardestinasi, fasilitas, dan pengelolaan.
Copyrights © 2026