Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Sistem Informasi Geografis untuk Penentuan Lokasi Tempat Pemrosesan Akhir Sampah di Kabupaten Lombok Timur Siti Malikah; Baiq Liana Widiyanti; Baiq Ahda Razula Apriyeni; Hasrul Hadi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 4, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v4i2.2801

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di Kabupaten Lombok Timur berpengaruh terhadap peningkatan volume sampah, sedangkan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) yang ada tidak mampu lagi menampung volume sampah yang terus meningkat. Pemerintah juga belum mendapatkan rekomendasi lokasi yang sesuai untuk pembangunan TPAS yang baru, oleh karena itu sangat penting dilakukan sebuah analisis kesesuain untuk pendirian TPAS baru di Kabupaten Lombok Timur guna menanggulangi tingginya volume sampah di TPAS yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi yang sesuai untuk pembangunan TPAS. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif berbasis sistem informasi geografis (SIG). Penentuan parameter untuk analisis kesesuaian lokasi TPAS menggunakan Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 03-3241-1994. Teknik analsis data menggunakan overlay atau tumpang susun beberapa peta menggunakan aplikasi ArcGIS versi 10.1. Proses analisis terbagi dalam tiga tahap yaitu: 1) tahap regional, merupakan tahap seleksi awal untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan; 2) tahap penyisih, pada tahap ini dilakukan penyisihan kembali dari hasil pada tahap pertama dengan menggunakan nilai dan bobot dari parameter umum dan parameter fisik; 3) tahap rekomendasi lokasi yang sesuai. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa lokasi yang sesuai untuk dijadikan TPAS di Kabupaten Lombok Timur adalah Kecamatan Pringgabaya dengan skor nilai 164.
INTERRELASI SPASIAL BENTUKLAHAN DENGAN VEGETASI PADA LERENG TENGGARA VULKAN CIREMAI: TINJAUAN STUDI BIOGEOMORFOLOGI Arif Ashari; Baiq Ahda Razula Apriyeni; Deni Permana; Nor Rohmad Safarudin
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 2 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v14i2.13816

Abstract

AbstrakVulkan Ciremai merupakan vulkan soliter pada zona utara Jawa Barat. Sebagai vulkan strato aktif, Vulkan Ciremai memiliki kondisi geomorfologi yang kompleks. Pengaruh iklim tropis basah dengan curah hujan tahunan tinggi menghasilkan kekayaan biodiversitas vulkan ini, khususnya jenis vegetasi. Dalam dinamika lingkungan fisik, terdapat hubungan timbal balik antara bentuklahan dengan vegetasi dimana karakteristik bentuklahan mempengaruhi distribusi spasial dan kondisi vegetasi, sebaliknya vegetasi juga mempengaruhi perkembangan bentuklahan. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan: (1) pengaruh faktor geomorfologis terhadap distribusi vegetasi, (2) pengaruh vegetasi terhadap proses geomorfologi, pada lereng tenggara Vulkan Ciremai, dengan tinjauan biogeomorfologi khususnya pada tema ecological topology dan ecological memory. Data dikumpulkan melalui interpretasi citra penginderaan jauh, observasi, serta studi pustaka. Faktor geomorfologis berupa bentuklahan dan proses geomorfologi diketahui berpengaruh terhadap distribusi dan karakteristik vegetasi yang ditunjukkan oleh zonasi vegetasi yang linier terhadap bentuklahan. Pengaruh vegetasi terhadap proses geomorfologi terutama nampak pada variasi kemampuan vegetasi dalam mengendalikan laju erosi dan gerakan massa. Kata kunci: Biogeomorfologi, bentuklahan, vegetasi, Vulkan Ciremai
TAPAK EKOLOGI PULAU LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT Baiq Ahda Razula Apriyeni
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 2 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.588 KB) | DOI: 10.21831/gm.v15i2.19552

Abstract

Salah satu alat yang dapat digunakan dalam pendugaan kebutuhan dan ketersediaan sumberdaya adalah dengan menggunakan pendekatan tapak ekologi. Pendekatan tapak ekologi dapat digunakan untuk menghitung seberapa besar kemampuan suatu wilayah untuk dapat memenuhi segala kebutuhan komponen yang ada dalam sebuah ekosistem. Pentingnya evaluasi tapak ekologi yang ada di Pulau Lombok dapat menjadi suatu masukan untuk dapat mengetahui bagaimana ketersedian biokapasitas yang ada untuk memenuhi kebutuhan penduduk setempat maupun penduduk daerah lain, sehingga dapat menjadi acuan dalam perencanaan pemanfaatan ruang sebagai upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan diharapkan dapat bermanfaat sebagai alat penunjang keputusan bagi pengambil kebijakan dalam mewujudkan kemandirian pangan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk: Menghitung  nilai tapak ekologis Pulau Lombok berdasarkan Global Footprint Network (GFN). Perhitungan tapak ekologi mengasilkan nilai keseimbangan ekologi sebesar 0,01978 gha. Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan Pulau Lombok berada pada kategori Wilayah Surplus sumberdaya
ANALISIS TAPAK EKOLOGI UNTUK ARAHAN PEMANFAATAN RUANG PULAU LOMBOK Baiq Ahda Razula Apriyeni; Kukuh Murtilaksono; Setia Hadi
TATALOKA Vol 19, No 1 (2017): Volume 19 Number 1, February 2017
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.841 KB) | DOI: 10.14710/tataloka.19.1.68-81

Abstract

This study aims to 1) Calculate the ecological footprint in Lombok Island through Supply and Demand approach by GFN (Global Footprint Network), Land Suitability and Spatial Planning, 2) Evaluate and assess the three approaches to calculate the value of the ecological footprint, 3) Formulate the direction of spatial use based on the calculation of the ecological footprint. Based on the calculation of the ecological footprint and biocapasity by three approaches found that the results showed Lombok Island was categorized into three categories deficit ecological area: surplus territory (based GFN approach), surplus territory (based on land suitability approach), and deficit area (based on Spatial Planning approach). Of the three approaches of ecological footprint used, Spatial Planning approach was the most realistic to describe the condition of the ecological footprint in Lombok Island. As for the direction of spatial use based on the ecological footprint in Lombok Island was as follows: 1) Agricultural land needs an additional area of 121,305 ha, 2) Farm land area is reduced by 181,031 ha, 3) Fishery land needs an additional area of 248,429 ha, 4) Forest land needs an additional area of 151,439 ha, 5) Developed land needs an additional area of 159,132 ha, and 6) Land which serve as an sequestration needs an additional area of 14,024 ha
Topographic Position Indeks Analisys untuk Interpretasi Landform Pulau Lombok Berdasarkan Digital Elevation Model (DEM) Baiq Ahda Razula Apriyeni; Nurlaila Mubarokah; Muhammad Ramli
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v6i2.7031

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk dapat memberikan interpretasi landform dengan melakukan penilaian berdasarkan indek posisi topografi (Topographic Position Indeks) berdasarkan data DEM, slope serta data elevasi  dengan tujuan untuk mengetahui nilai indek posisis topografi suatu wilayah khususnya di Pulau Lombok serta menginterpretasikan profil landform dengan memperhatikan sisi visibilitas profil yang dapat menjelaskan struktur dan kondisi objek. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis indeks posisi topografi dengan sistem klasifikasi menggunakan metode quintile classification. Sedangkan untuk pemodelan analisis TPI menggunakan Model Builder. Berdasarkan hasil perhitungan nilai TPI, diketahui Pulau Lombok memiliki indeks posisi topografi positif dengan nilai standar deviasi mencapai 56,9 dan nilai mean berada pada nilai -0,73. Hal ini menunjukkan bahwa Pulau Lombok memiliki nilai visisbilitas kenampakan landform yang beragam dan masuk kategori daerah yang didominasi oleh landform berupa plains, slope/lereng dan ridges. Hasil analisis menunjukkan berdasarkan indeks topografinya Pulau Lombok memiliki sepuluh satuan kenampakan landform antara lain: -47,5 (Canyons, deeply incised streams), -20 (Midslope drainages, shallow valleys), -10,8 (Upland drainages, headwaters), -6,19 (U-shape valleys), -1,61 (Plains), 2,98 (Open slopes), 12,2 (Upper slopes, mesas local), 30,5 (Ridges/hills in valleys), 71,8 (Midslope ridges, small hills in plains) dan >71,8 (Mt tops, high ridges). 
Analisis Tapak Ekologi Kategori Lahan Terbangun untuk Penentuan Daya Dukung Lingkungan di Kabupaten Lombok Timur Siti Anisa Ikhwan; Baiq Ahda Razula Apriyeni; Armin Subhani; Hasrul Hadi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v7i1.18078

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk Kabupaten Lombok Timur memicu terjadinya perubahan penggunaan lahan (land use change) yang semula merupakan lahan pertanian menjadi lahan terbangun. Hal ini memicu bertambahnya kebutuhan lahan untuk pemukiman dan berpengaruh kepada ketersediaan supply-demand sumberdaya Kabupaten Lombok Timur. Oleh karena itu, sangat penting dilakukan sebuah pendugaan berbagai kebutuhan sumber daya agar dapat mewujudkan pemanfaatan ruang yang berhasil dan berdaya guna. Salah alat pendugaan yang dapat digunakan adalah dengan pendekatan Tapak Ekologi (Ecological Footprint). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif berbasis Sistem Informasi Geografi yang bertujuan untuk: 1) mengetahui nilai Tapak Ekologi (Ecological Footprint) kategori lahan terbangun di Kabupaten Lombok Timur, 2) mengetahui nilai Biokapasitas (Biocapacity) kategori lahan terbangun di Kabupaten Lombok Timur, 3) mengetahui nilai Defisit Ekologi kategori lahan terbangun di Kabupaten Lombok Timur. Hasil penelitian menunjukkan nilai tapak ekologi total Kabupaten Lombok Timur sebesar -117,25338 gha dan nilai biokapasitas total sebesar 0,02665 gha. Sedangkan nilai defisit ekologi sebesar -117,28 gha. Secara keseluruhan, Kabupaten Lombok Timur memiliki nilai defisit ekologi sebesar -117,28 gha, yang menunjukkan bahwa Kabupaten Lombok Timur termasuk wilayah dengan kategori cadangan karna masih surplus sumberdaya lahan. Artinya, Kabupaten Lombok Timur memiliki daya dukung lingkungan yang belum terlampaui.
Geografi Terapan: Pengenalan Alat Survei dan Sistem Informasi Geografis bagi Siswa Sekolah Menengah Atas: Applied Geography: Introduction to Survey Instruments and Geographic Information Systems for High School Students Subhani, Armin; Apriyeni, Baiq Ahda Razula; Dewi, Susmala; Suroso, Suroso; Hadi, Hasrul; Mubarokah, Nurlaila
ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masayarakat Vol 5 No 1 (2024): ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/ab.v5i1.25004

Abstract

One effort to improve the quality of education is to enhance the quality of learning and provide professional educators. Teachers play a crucial role in the learning process, including the use of appropriate strategies and media. Engaging instructional media is essential for effective communication and interaction in the classroom. Media can include people, materials, or events that help students acquire knowledge and skills. Survey instruments and Geographic Information Systems (GIS) applications are effective instructional media but have not been fully utilized by teachers. This community service activity aimed to introduce survey instruments and GIS applications to students at three schools: SMAN 1 Suela, SMAS NW Tebaban, and MAS NW Tembeng Putik. The activities were conducted in three sessions: March 10, 2023, September 15, 2023, and November 24, 2023. The methods used included lectures, Q&A sessions, demonstrations, hands-on practice, and field observations. The results showed an increase in students' understanding and skills in using survey instruments and GIS applications. At SMAN 1 Suela, 80% of students understood the use of survey instruments such as GPS and geological compasses, and 75% could perform measurements and data collection. At SMAS NW Tebaban and MAS NW Tembeng Putik, 90% of students were able to create maps using the Quantum GIS application. This activity also increased students' interest in studying geography and related sciences. In conclusion, the introduction and guidance on survey instruments and GIS applications are crucial for enhancing students' understanding and skills in geography, making learning more applicable and beneficial
Meningkatkan kesiapan karier dan pemahaman peluang kerja di bidang Geomatika pada siswa SMKN 3 Selong Apriyeni, Baiq Ahda Razula; Supriadi, Herman; Hidayat, Muh. Adrian Juniarta; Hidayat, M. Adnan; Liana, Liana
ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masayarakat Vol 5 No 2 (2024): ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/ab.v5i2.28430

Abstract

In the era of geospatial technology advancement, understanding geomatics is crucial to prepare students for the increasingly complex job market. This study aims to evaluate the extent to which SMKN 3 Selong students comprehend the geomatics major, career opportunities, and business prospects through geospatial information system mastery. Career guidance approaches were implemented through initial diagnostics, career information dissemination, and evaluation stages. The findings reveal that 92% of students demonstrate a strong interest in Geographic Information Systems (GIS) courses, while 77% feel the need for additional guidance to prepare for careers. Additionally, 54% of students are ready to enter the workforce, although most chose the geomatics major based on external factors. This program is expected to enhance students' understanding of geomatics careers and improve their competitiveness in the job market. This research contributes to developing relevant career guidance strategies for vocational majors
Pelatihan Sistem Informasi Berbasis Geopasial Bagi Siswa Jurusan Geomatika SMKN 3 Selong Apriyeni, Baiq Ahda Razula; Supriadi, Herman; Hidayat, Muh. Adrian Juniarta; Hidayat, M. Adnan; Liana
Synergy and Society Service Vol. 5 No. 1 (2025): Synergy and Society Service
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51713/save.v5i1.97

Abstract

The use of information technology, especially geospatial-based information systems, has become very important in various sectors of life. This is especially relevant in the context of education, where understanding and mastery of technology is key to preparing the younger generation to face the complex challenges of the job market. This geospatial-based information system training, we aim to be able to create a young generation who are not only skilled and competent, but also innovative in facing future challenges. The implementation of geospatial-based information system training activities are strategies that will be used to convey material, develop skills, and facilitate the understanding of trainees about the concepts taught in geospatial and geomatics spatial planning. However, the knowledge of students, especially vocational school students who have a Geomatics major, is limited. For this reason, this study provides additional knowledge of students about Geomatics. Some of the methods used in the implementation of this training activity include using methods: initial activities, process activities and final activities. In the initial stage and the last, students are given the same questionnaire. The data results show an increase in student answers regarding the geomatics major. The main indicator that is a reference is the quantity and quality of students' answers that have increased. Previously they could mention one or two answers, after attending training and career development their answers increased and became more completeThe use of information technology, especially geospatial-based information systems, has become very important in various sectors of life. This is especially relevant in the context of education, where understanding and mastery of technology is key to preparing the younger generation to face the complex challenges of the job market. This geospatial-based information system training, we aim to be able to create a young generation who are not only skilled and competent, but also innovative in facing future challenges. The implementation of geospatial-based information system training activities are strategies that will be used to convey material, develop skills, and facilitate the understanding of trainees about the concepts taught in geospatial and geomatics spatial planning. However, the knowledge of students, especially vocational school students who have a Geomatics major, is limited. For this reason, this study provides additional knowledge of students about Geomatics. Some of the methods used in the implementation of this training activity include using methods: initial activities, process activities and final activities. In the initial stage and the last, students are given the same questionnaire. The data results show an increase in student answers regarding the geomatics major. The main indicator that is a reference is the quantity and quality of students' answers that have increased. Previously they could mention one or two answers, after attending training and career development their answers increased and became more complete.
Pelatihan Sistem Informasi Berbasis Geospasial pada Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial MA Muallimat NWDI Pancor Kabupeten Lombok Timur Hadi, Hasrul; Apriyeni, Baiq Ahda Razula; Putri, Onis Sumaryani; Liana, Liana
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v8i2.3143

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa mengenai sistem informasi geospasial dan pemetaan di MA Muallimat NWDI Pancor. Kegiatan ini terdiri dari empat tahap: 1) tahap pra kegiatan; 2) tahap pelaksanaan kegiatan; 3) tahap analisis ketercapaian tujuan; dan 4) tahap penyusunan laporan dan luaran. Kegiatan pengabdian ini berupa pelatihan sistem informasi geospasial dan pemetaan bagi siswa. Lembaga mitra dalam kegiatan ini adalah MA Muallimat NWDI Pancor dengan sasaran kegiatan adalah siswa kelas XII jurusan IPS yang terdiri dari dua kelas dengan jumlah siswa sebanyak 57 siswa. Berdasarkan pelaksanaan dan hasil analisis data tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest) dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa terkait sistem informasi geospasial dan pemetaan. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya hasil dengan kategori positif setelah pelatihan dilakukan dan diukur melalui tes akhir. Terdapat penurunan persentase siswa yang memperoleh kategori sangat kurang dan terjadi peningkatan pada kategori baik dan sangat baik pada tes akhir.