Mahasiswa yang sudah menikah menjalankan peran ganda sebagai mahasiswa dan pasangan dalam kehidupan rumah tangga. Kondisi tersebut menghadirkan berbagai tuntutan akademik dan pernikahan yang memerlukan kemampuan dalam mengelola respons emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran regulasi emosi pada mahasiswa yang sudah menikah berdasarkan dua dimensi, yaitu cognitive reappraisal dan expressive suppression. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan satu variabel, yaitu regulasi emosi. Subjek penelitian berjumlah 114 mahasiswa aktif yang sudah menikah dengan usia pernikahan minimal satu tahun, yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) versi Bahasa Indonesia yang dikembangkan oleh Gross dan John (2003) dan diadaptasi oleh Radde et al. (2021). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, kategorisasi, dan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cognitive reappraisal berada pada kategori tinggi sebesar 54,4%, sedangkan expressive suppression berada pada kategori tinggi sebesar 59,6%. Dapat disimpulkan bahwa mahasiswa yang sudah menikah cenderung menggunakan cognitive reappraisal melalui upaya mengubah cara pandang terhadap situasi yang dihadapi, serta expressive suppression melalui upaya menahan atau mengendalikan ekspresi emosi ketika menghadapi situasi yang memunculkan emosi.
Copyrights © 2026