Perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi telah memengaruhi perubahan pola asuh orang tua, khususnya Generasi Z, dalam mendukung perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan pola asuh orang tua Generasi Z melalui pendekatan gentle parenting serta perannya dalam mendukung perkembangan sosial-emosional anak usia 4–6 tahun di lingkungan budaya tanian lanjheng, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian terdiri atas 20 orang tua dari Generasi Z yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua Generasi Z menerapkan pola pengasuhan yang adaptif melalui pendekatan gentle parenting yang bercirikan komunikasi positif, pendampingan emosi, dan penghindaran hukuman fisik. Selain itu, budaya tanian lanjheng tetap berperan penting sebagai ruang sosial komunal yang melibatkan dukungan keluarga besar dalam mengoptimalkan perkembangan sosial-emosional anak. Temuan ini berkontribusi memperkaya khazanah ilmu pendidikan anak usia dini dengan menunjukkan adanya bentuk akulturasi dan adaptasi antara pola pengasuhan modern (gentle parenting) dan kearifan lokal masyarakat Madura.
Copyrights © 2026