Perkembangan teknologi digital telah mendorong lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk mengintegrasikan berbagai media digital dalam proses pembelajaran. Namun, sebagai besar penelitian sebelumnya lebih berfokus pada efektivitas penggunaan teknologi dalam meningkatkan aspek kognitif dan ketrampilan digital anak, sementara kajian mengenai peran guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam pembelajaean digital masih terbatas. Padahal, anak usia dini memerlukan pendampingan yang tidak hanya mengembangkan literasi digital, tetapi juga membentuk karakter religius sebagai landasan dalam menggunakan teknologi secara bijak. Oleh sebab itu, penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan peran guru PAUD dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam guna memperbaiki literasi digital pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif Kualitatif di TK Istiqomah Loning dan TK Pertiwi Karangmoncol randudongkal. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Hubermen. Hasil Penelitian mennjukkan bahwa guru berperan sebagai fasilitator, motivator, pembimbing dan teladan dalam penggunaan teknologi digital. Integrasi nilai-nilai Islam dilakukan dilakukan melalui game Edukasi berbasis Islami, kegiatan menulis huruf hijaiyah pada layar Interactive Flat Panel (IFP), serta storytelling digital yang memuat tentang akhlak mulia dan nilai-nilai karakter Islami. Implementasi tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan anak mengenal dan menggunakan teknologi digital, tetapi juga menanamkan sikap religius, tanggung jawab dan etika dalam pemanfaatan teknologi. Temuan penelitian ini menunjukan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran digital dapat menjadi model pembelajaran yang mendukung pengembangan literasi digital dan karakter anak usia dini secara holistik.
Copyrights © 2026