Clay mask stick yang mengandung ekstrak bengkuang (Pachyrhizus erosus L.) dan madu (Genus Apis) dikembangkan sebagai alternatif perawatan wajah alami yang aman untuk jangka panjang. Kandungan antioksidan dari kedua bahan ini bermanfaat untuk mencerahkan kulit dan melindungi dari radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan sediaan menggunakan metode DPPH yang dianalisis dengan spektrofotometer UV-Vis. Metode yang digunakan adalah eksperimental, dengan variasi konsentrasi ekstrak bengkuang (4%, 5%, 6%) dan madu (2%, 3%, 4%). Parameter yang diuji meliputi aktivitas antioksidan (IC₅₀), serta karakteristik fisik seperti organoleptik, pH, homogenitas, daya lekat, daya sebar, waktu kering, dan potensi iritasi. Hasil menunjukkan bahwa sediaan memiliki bentuk, warna, dan bau yang stabil; homogenitas, daya sebar, dan waktu kering baik; namun pH, daya lekat kurang stabil dan tidak ditemukan iritasi kulit pada uji yang dilakukan. Berdasarkan uji statistik, variasi konsentrasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap aktivitas antioksidan (nilai p<0,05), di mana sediaan tersebut termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sangat kuat.
Copyrights © 2026