Desain ruang kelas menjadi salah satu komponen penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan anak usia dini. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mewujudkan ruang kelas yang aman, nyaman, dan menarik sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan perkembangan anak adalah dengan menerapkan prinsip Child-Friendly School (CFS). Namun, implementasi prinsip tersebut pada desain ruang kelas di lembaga pendidikan anak usia dini masih memerlukan kajian empiris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip Child-Friendly School pada desain ruang kelas di TK Negeri Ngaliyan berdasarkan aspek estetika, kenyamanan, dan keamanan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informasi penelitian diperoleh melalui kombinasi observasi terhadap lingkungan fisik ruang kelas, wawancara dengan kepala sekolah dan guru, serta kajian dokumentasi. Seluruh data kemudian diolah melalui tahapan reduksi, penyusunan hasil dalam bentuk penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menjadikan indikator prinsip Child-Friendly School sebagai acuan analisis. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa penerapan prinsip estetika diwujudkan melalui pengelolaan lingkungan kelas yang menarik, antara lain dengan menghadirkan kombinasi warna cerah, mural edukatif, media visual pembelajaran, pajangan karya peserta didik, area bermain, serta tata ruang yang bersifat fleksibel. Pengelolaan tersebut menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan sekaligus mendorong anak untuk berpartisipasi secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran. Aspek kenyamanan ditunjukkan oleh pencahayaan yang memadai, ventilasi yang baik, serta penataan ruang yang memberikan keleluasaan bergerak sehingga mendukung aktivitas belajar dan bermain. Sementara itu, aspek keamanan diwujudkan melalui penggunaan furnitur yang sesuai dengan karakteristik anak, kondisi lantai yang aman, jalur sirkulasi yang memadai, ketersediaan kotak P3K, serta pengawasan aktif guru selama proses pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi aspek estetika, kenyamanan, dan keamanan telah mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sesuai dengan prinsip Child-Friendly School. Berdasarkan hasil penelitian, desain ruang kelas tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajar, tetapi juga berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, menarik serta mendukung kebutuhan perkembangan anak usia dini.
Copyrights © 2026