Bullying pada anak usia dini dapat muncul melalui interaksi teman sebaya ketika anak mulai membentuk kelompok bermain dan menentukan teman yang dianggap dekat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk bullying sosial, menganalisis faktor yang berkaitan dengan kemunculannya, melihat dampaknya, serta mendeskripsikan upaya pencegahan di TK Kemala Bhayangkari 01 Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek utama adalah satu anak yang memenuhi kriteria penelitian, sedangkan informan terdiri atas guru kelas subjek, kepala sekolah, dan orang tua subjek. Data diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara semi-terstruktur, kemudian dianalisis secara kualitatif deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola yang paling menonjol adalah bullying sosial atau relasional berupa mengabaikan teman, tidak mengajak teman bermain, mengucilkan teman dari kelompok bermain, dan menolak teman yang ingin bergabung. Kemunculan perilaku berkaitan dengan kecenderungan memilih teman yang sudah dekat, empati yang masih berkembang, dinamika kelompok sebaya, konflik sederhana saat bermain, serta pengalaman sosial di sekolah dan rumah. Dampak yang terlihat berupa menurunnya keterlibatan sosial, memilih bermain sendiri, menjadi lebih diam, dan berkurangnya inisiatif untuk kembali berinteraksi. Pencegahan dilakukan melalui pengawasan aktif, pendampingan saat bermain, pembiasaan berbagi dan bekerja sama, penanaman empati, serta komunikasi antara sekolah dan keluarga.
Copyrights © 2026