Salah satu senyawa metabolit sekunder yang banyak ditemukan pada berbagai bagian tumbuhan adalah flavonoid. Trembesi (Samanea saman (Jacq.) Merr) merupakan tanaman yang mudah dijumpai di Indonesia dan kerap digunakan sebagai pohon pelindung yang memainkan peran penting dalam ekosistem lokal. Namun, pemanfaatan biji trembesi masih sangat terbatas karena sering dianggap sebagai limbah. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa biji trembesi mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, saponin, dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar flavonoid total pada ekstrak dan fraksi biji trembesi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji kualitatif dan uji kuantitatif. Uji kualitatif dilakukan dengan menggunakan pereaksi serbuk Mg dan HCl pekat, yang menunjukkan hasil positif terhadap keberadaan flavonoid. Sementara itu, uji kuantitatif dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan standar kuersetin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan total dalam ekstrak biji trembesi adalah 84,924 ± 0,008 mg QE/g, sedangkan fraksi etil asetat mengandung 13,909 ± 0,273 mg QE/g, fraksi air 1,295 ± 0,061 mg QE/g dan fraksi n-heksana 0,234 ± 0,007 mg QE/g.
Copyrights © 2026