Kelurahan Bulak Banteng di Kecamatan Kenjeran, Surabaya merupakan wilayah padat penduduk dengan tingkat pendidikan dan kondisi sosial ekonomi yang relatif rendah. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kerentanan sosial, termasuk terjadinya kekerasan seksual pada anak dan remaja. Selain itu, pernikahan dini dan keterbatasan edukasi membuat masyarakat kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mendeteksi serta menangani kasus kekerasan seksual pada anak. Keterlibatan komunitas serta peran orang tua melalui pengasuhan positif menjadi faktor penting dalam pencegahan dan deteksi dini kekerasan seksual. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mendeteksi dini kekerasan seksual pada anak serta meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pola asuh positif sebagai upaya pencegahan. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi dalam bentuk pelatihan kepada kader PKK Kelurahan Bulak Banteng dengan desain evaluasi pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan secara luring di Balai Kelurahan Bulak Banteng pada 23 Januari 2026 dan diikuti oleh 44 peserta. Materi pelatihan mencakup deteksi dini kekerasan seksual pada anak, mitos dan fakta kekerasan seksual, cara merespons korban secara aman, serta konsep pengasuhan positif. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan (p < .001). Peserta menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai tanda-tanda kekerasan seksual, cara memberikan respons yang empatik kepada korban, serta pentingnya pola asuh positif dalam melindungi anak. Pelatihan ini juga meningkatkan kesadaran peserta untuk berperan aktif dalam pencegahan kekerasan seksual di lingkungan komunitas. Dengan demikian, pelatihan deteksi dini kekerasan seksual dan pengasuhan positif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak.
Copyrights © 2026