Masyarakat nelayan Desa Tuada, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, memiliki potensi perikanan lokal yang besar, tetapi nilai tambah hasil tangkapan belum optimal karena ikan umumnya dijual dalam bentuk segar, penanganan pasca-panen masih sederhana, dan pengelolaan usaha kelompok belum tertata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan model kemitraan komunitas berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas produksi, manajemen usaha, pendapatan alternatif, dan ketahanan pangan keluarga nelayan berbasis ikan lokal. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan penanganan dan pengolahan ikan, penerapan teknologi tepat guna, pengemasan, pemasaran, serta evaluasi keberlanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada Mei 2026 dengan mitra Kelompok Nelayan KUB Maku Sonyinga yang beranggotakan 10 orang. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan pada aspek produksi dan manajemen, yaitu mitra mulai mampu mengolah ikan menjadi bakso ikan, nuget ikan, risoles ikan, dan empek-empek ikan; menggunakan peralatan pendukung berupa pelumat ikan, vacuum sealer, freezer, timbangan, cool box, dan meja kerja. Pelibatan perempuan nelayan dan generasi muda memperkuat basis tenaga produksi rumah tangga dan membuka peluang usaha sampingan ketika aktivitas melaut terganggu cuaca. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa model kemitraan berbasis komunitas dapat menjadi strategi pemberdayaan yang relevan untuk meningkatkan nilai tambah ikan lokal, memperkuat usaha kecil pesisir, dan mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Copyrights © 2026