Rendahnya literasi keuangan pada Generasi Alpha menjadi tantangan dalam membentuk perilaku pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Kemudahan akses terhadap berbagai layanan digital belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan mengelola uang secara bijaksana, sehingga peserta didik berpotensi memiliki perilaku konsumtif sejak usia dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan Generasi Alpha dalam mengelola keuangan melalui pelatihan literasi keuangan yang mengintegrasikan pembelajaran berbasis simulasi dan pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, simulasi penyusunan anggaran, praktik membedakan kebutuhan dan keinginan, demonstrasi penggunaan media digital untuk pencatatan keuangan sederhana, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pengukuran sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata nilai peserta meningkat dari 56,7 menjadi 90,2 setelah mengikuti pelatihan. Peserta juga mampu menyusun anggaran sederhana, menentukan prioritas pengeluaran, memahami pentingnya menabung, serta memanfaatkan media digital sebagai pendukung pengelolaan keuangan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan yang mengombinasikan edukasi, simulasi, dan praktik digital mampu memperkuat literasi keuangan sekaligus membentuk kebiasaan finansial yang lebih bertanggung jawab pada Generasi Alpha dan berpotensi diterapkan sebagai model edukasi di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026