Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis hubungan antara kerja sama guru dan kerja sama orang tua dengan karakter mandiri siswa kelas III SDN 21 Mandau, dalam kerangka dimensi Mandiri Profil Pelajar Pancasila (P5) pada Kurikulum Merdeka. Karakter mandiri diukur melalui empat indikator: regulasi diri dalam belajar, tanggung jawab dan disiplin diri, inisiatif mengambil keputusan, serta refleksi diri. Penelitian kuantitatif korelasional ini menggunakan teknik sampling jenuh, melibatkan 18 responden, yaitu satu wali kelas III A dan 17 orang tua siswa. Data dikumpulkan melalui angket tervalidasi dan reliabel, dianalisis menggunakan SPSS 21 melalui uji asumsi klasik (normalitas Shapiro-Wilk dan linearitas), dilanjutkan korelasi product moment pearson dan korelasi ganda. Hasil menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kerja sama guru dengan karakter mandiri siswa (r = 0,382; Sig. = 0,117 > 0,05), tidak terdapat hubungan signifikan antara kerja sama orang tua dengan karakter mandiri siswa (r = 0,026; Sig. = 0,918 > 0,05), serta tidak terdapat hubungan signifikan secara simultan antara kedua variabel dengan karakter mandiri siswa (R = 0,385; R² = 0,148; F = 1,307; Sig. = 0,300 > 0,05), dengan kontribusi bersama hanya 14,8 persen. Temuan ini mengindikasikan kerja sama guru dan orang tua di SDN 21 Mandau masih insidental dan belum terstruktur, sehingga belum berkontribusi terukur secara statistik terhadap penguatan karakter mandiri siswa. Penelitian ini merekomendasikan rancangan program kemitraan sekolah-keluarga yang terstruktur dan berkelanjutan guna memperkuat dimensi Mandiri Profil Pelajar Pancasila pada siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026