Pelabuhan Benoa sebagai salah satu simpul penting logistik maritim menghadapi tantangan operasional berupa latensi informasi dan potensi tumpang tindih jadwal (double booking) pada proses pra-penjadwalan sandar kapal yang masih dikelola secara konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sebuah sistem Pra-Booking dan monitoring dermaga berbasis website yang dilengkapi dengan visualisasi Berthing Plan secara real-time. Pembangunan perangkat lunak ini menggunakan metode Prototyping dengan memanfaatkan kerangka kerja React.js berarsitektur Virtual DOM pada sisi antarmuka untuk merender tata letak grafik dua dimensi secara responsif. Pada sisi server, sistem menggunakan Node.js dan pustaka Socket.io untuk mengelola transmisi data berlatensi rendah. Basis data PostgreSQL digunakan untuk mengamankan integritas transaksional melalui penerapan mekanisme penguncian baris data (row-level locking). Logika pencegahan benturan jadwal dikelola melalui algoritma Bounding Box Collision yang mengevaluasi irisan spasial dan temporal secara simultan, serta didukung oleh fitur mitigasi keterlambatan operasional (Extend Time). Hasil pengujian fungsional menggunakan metode Black Box Testing yang menerapkan teknik Equivalence Partitioning dan Boundary Value Analysis menunjukkan tingkat keberhasilan 100%. Hal ini membuktikan bahwa algoritma validasi kapasitas fisik dermaga dan deteksi konflik beroperasi secara akurat. Selanjutnya, pengujian penerimaan pengguna (User Acceptance Testing) yang melibatkan agen pelayaran menghasilkan persentase rata-rata sebesar 90,63%, menempatkan sistem pada kategori "Sangat Layak". Sistem ini terbukti efektif mereduksi miskomunikasi, menjaga transparansi data, dan siap diimplementasikan untuk mendukung tata kelola operasional di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa.
Copyrights © 2026