Perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi layanan keuangan telah mengubah pola transaksi masyarakat, termasuk mahasiswa sebagai kelompok usia produktif dengan tingkat adopsi teknologi yang tinggi. Kemudahan akses layanan keuangan digital seperti e-wallet, QRIS, dan paylater memberikan peluang sekaligus tantangan dalam pengelolaan keuangan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan dan gaya hidup terhadap perilaku manajemen keuangan mahasiswa Universitas Pamulang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif terhadap 111 responden yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert lima tingkat dan dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics 25 melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku manajemen keuangan dengan t hitung 11,312 dan signifikansi 0,000. Gaya hidup juga berpengaruh positif dan signifikan dengan t hitung 2,045 dan signifikansi 0,043. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan dengan F hitung 68,871 dan signifikansi 0,000. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,552 menunjukkan bahwa 55,2% variasi perilaku manajemen keuangan dapat dijelaskan oleh literasi keuangan dan gaya hidup, sedangkan 44,8% dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan dan pengendalian gaya hidup dalam membentuk perilaku keuangan mahasiswa yang bertanggung jawab.
Copyrights © 2026