Gulma merupakan salah satu faktor yang dapat mengganggu pertumbuhan dan produktivitas tanaman kelapa sawit karena berkompetisi dalam memperoleh air, unsur hara, cahaya, dan ruang tumbuh. Komposisi dan dominansi gulma dapat berbeda berdasarkan kondisi lingkungan dan umur tanaman, sehingga identifikasi jenis gulma dominan diperlukan sebagai dasar pengelolaan gulma yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis gulma dan mengetahui tingkat dominansi gulma pada perkebunan kelapa sawit rakyat di Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu. Penelitian dilaksanakan dengan metode observasi lapangan menggunakan purposive sampling. Pengamatan dilakukan pada areal kelapa sawit tahun tanam 2002 dan 2021 menggunakan petak kuadrat berukuran 1 × 1 m. Data yang dikumpulkan meliputi jenis dan jumlah individu gulma pada setiap petak pengamatan. Analisis vegetasi dilakukan dengan menghitung kerapatan, kerapatan relatif, frekuensi, frekuensi relatif, dan Indeks Nilai Penting (INP). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 14 jenis gulma dengan total 1.109 individu yang tersebar pada 104 petak pengamatan. Pada tanaman tahun tanam 2002, Ageratum conyzoides merupakan gulma paling dominan dengan INP sebesar 33%, sedangkan pada tahun tanam 2021 Nephrolepis biserrata merupakan gulma paling dominan dengan INP sebesar 26%. Syzygium polyanthum memiliki INP terendah sebesar 2% pada kedua tahun tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian gulma perlu mempertimbangkan jenis dan tingkat dominansi gulma pada masing-masing kondisi tanaman.
Copyrights © 2026