Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja perusahaan, tingkat utang, dan biaya operasional terhadap Pajak Penghasilan (PPh) Badan pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan, sedangkan pengolahan data dilakukan menggunakan EViews 13. Populasi penelitian terdiri atas 101 perusahaan dan berdasarkan kriteria pemilihan sampel diperoleh 32 perusahaan, kemudian setelah proses eliminasi outlier digunakan 26 perusahaan dengan total 130 observasi. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap PPh Badan, yang berarti peningkatan kinerja perusahaan diikuti peningkatan PPh Badan terutang. Tingkat utang juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap PPh Badan, menunjukkan bahwa penggunaan utang dalam penelitian ini cenderung mendukung aktivitas usaha sehingga berdampak pada peningkatan laba dan pajak terutang. Sementara itu, biaya operasional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap PPh Badan, sehingga peningkatan biaya operasional cenderung menurunkan PPh Badan terutang. Secara simultan, kinerja perusahaan, tingkat utang, dan biaya operasional berpengaruh signifikan terhadap PPh Badan dengan Adjusted R-squared sebesar 96,42%. Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan keuangan dan operasional perusahaan secara bersama-sama berperan penting dalam menentukan besarnya kewajiban PPh Badan. Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan literatur akuntansi perpajakan serta menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen dan otoritas pajak dalam mengelola kewajiban perpajakan perusahaan efektif.
Copyrights © 2026