Investor Indonesia menghadapi tantangan kompleks dalam mengelola portofolio multiaset di tengah volatilitas pasar dan berkembangnya instrumen baru seperti aset kripto, sementara penelitian terdahulu umumnya hanya berfokus pada dua hingga tiga kelas aset saja. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi antar aset, membandingkan karakteristik risiko dan return, serta membentuk portofolio optimal menggunakan Modern Portfolio Theory (MPT) Markowitz pada empat instrumen yaitu IHSG, Reksadana MIDU, Emas Antam, dan Bitcoin selama periode 2020-2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder 60 periode bulanan, dianalisis menggunakan Microsoft Excel untuk perhitungan statistik dan Python (NumPy, SciPy, Matplotlib) untuk Mean-Variance Optimization (MVO) dan visualisasi Efficient Frontier. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pasangan aset yang berkorelasi sempurna, dengan korelasi negatif IHSG-ANTAM membuktikan manfaat diversifikasi, serta Tangency Portfolio dengan alokasi ANTAM 57,54%, MIDU 28,82%, dan Bitcoin 13,64% menghasilkan Sharpe Ratio tertinggi 1,393 dibandingkan portofolio lainnya, sementara IHSG tidak mendapat alokasi akibat kinerja risk-adjusted yang paling rendah. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap validitas MPT Markowitz dalam konteks pasar multiaset Indonesia serta menjadi acuan praktis bagi investor dalam menentukan alokasi aset sesuai profil risiko.
Copyrights © 2026