Ketegangan antara tradisi lokal dan perbedaan pandangan keagamaan dapat melemahkan dialog sosial serta mendorong intoleransi apabila disikapi melalui penolakan atau penilaian sepihak. Edukasi publik mengenai penghormatan terhadap budaya dan keberagaman diperlukan, tetapi kampanye komunitas berdurasi singkat sering kali belum menyajikan bukti yang jelas mengenai keterlibatan peserta dan kendala pelaksanaannya. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan, keterlibatan awal audiens, dan kendala kampanye publik mengenai penghormatan terhadap tradisi lokal, keberagaman, toleransi budaya dan agama, serta nilai Pancasila di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Metode: Kegiatan menggunakan pendekatan pengabdian kepada masyarakat berbasis kampanye edukatif dan service learning yang dilaksanakan pada 17 Mei 2026. Pendekatan sukarela berbasis kemudahan melibatkan 30 peserta langsung, yaitu 16 peserta MTs Negeri 2 Temanggung dan 14 peserta Pondok Pesantren Yadu’ulya Al-Fata Lampung. Intervensi dilakukan melalui dua poster edukatif, penjelasan singkat, dialog langsung, dokumentasi, dan refleksi tim. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, catatan lapangan, tanggapan peserta, foto, dan video, kemudian dianalisis secara deskriptif. Temuan: Kampanye terlaksana sesuai rencana dan mendokumentasikan keterlibatan 30 peserta. Audiens memperhatikan poster, mendengarkan penjelasan, memberikan tanggapan, serta mengikuti dialog singkat mengenai toleransi, tradisi lokal, dan keberagaman. Media visual mendukung penyampaian pesan di tengah kondisi ruang publik yang ramai dan bising, tetapi mobilitas pengunjung, kebisingan, cuaca panas, dan keterbatasan waktu membatasi kedalaman dialog. Bukti yang diperoleh menunjukkan capaian proses dan penerimaan awal pesan, bukan perubahan sikap jangka panjang yang terukur. Implikasi: Kampanye publik dapat menjadi pintu masuk pendidikan kewargaan dan promosi toleransi bagi sekolah, komunitas budaya, tokoh agama, serta pengelola ruang publik melalui evaluasi tindak lanjut yang lebih terstruktur. Orisinalitas: Kegiatan ini mengontekstualisasikan pendidikan toleransi berbasis Pancasila melalui isu Sedekah Laut dan menyampaikannya melalui kampanye visual-dialogis di ruang publik Malioboro yang heterogen.
Copyrights © 2026