Kemasan produk UMKM binaan Wiranesia Foundation masih menghadapi masalah berupa identitas visual yang lemah, informasi produk yang belum lengkap, dan ketidakkonsistenan desain antarvarian. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai fungsi kemasan sebagai media komunikasi pemasaran serta mengevaluasi pengembangan kemasan berdasarkan daya tarik visual, kejelasan informasi, kesan profesional, konsistensi identitas merek, dan minat beli. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui asesmen awal, Focus Group Discussion, pelatihan desain kemasan, pengembangan purwarupa, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, serta evaluasi persepsi mitra sebelum dan sesudah pendampingan, kemudian dianalisis secara deskriptif-komparatif. Hasil menunjukkan bahwa permasalahan utama mitra meliputi lemahnya identitas visual, ketidaklengkapan informasi produk, dan ketidakkonsistenan desain. Pendampingan menghasilkan purwarupa dengan penataan elemen visual dan informasi yang lebih terstruktur serta meningkatkan pemahaman mitra mengenai fungsi komunikasi kemasan. Respons terhadap daya tarik visual, kejelasan informasi, kesan profesional, dan minat beli cenderung lebih positif setelah pendampingan, meskipun belum didukung pengujian statistik inferensial. Pendekatan ini dapat diterapkan untuk memperkuat identitas merek dan kualitas komunikasi pemasaran UMKM.
Copyrights © 2026