Produktivitas Aparatur Sipil Negara pada Inspektorat Daerah Provinsi Sumatera Selatan menghadapi dua persoalan utama, yaitu fluktuasi kedisiplinan kerja serta belum meratanya pemenuhan jam pengembangan kompetensi antarjabatan. Kondisi tersebut dapat menghambat ketepatan waktu, kualitas, dan efektivitas pelaksanaan tugas pengawasan. Studi ini bertujuan menganalisis pengaruh kedisiplinan kerja dan pengembangan sumber daya manusia terhadap produktivitas kerja ASN, baik secara parsial maupun simultan. Pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal diterapkan pada 95 Pegawai Negeri Sipil melalui teknik sampling jenuh. Data primer diperoleh melalui kuesioner, sedangkan data sekunder berasal dari dokumentasi absensi dan pengembangan kompetensi tahun 2025. Data dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan SPSS. Hasil uji parsial memperlihatkan bahwa kedisiplinan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja dengan thitung 7,071 dan signifikansi 0,000. Pengembangan SDM juga berpengaruh positif dan signifikan dengan thitung 3,238dan signifikansi 0,002. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan dengan Fhitung 58,384 dan signifikansi 0,000. Nilai R2 sebesar 0,561 menandakan bahwa model menjelaskan 56,1% variasi produktivitas kerja. Hasil ini menegaskan perlunya penegakan disiplin yang konsisten serta pemerataan program pengembangan kompetensi sesuai kebutuhan jabatan.
Copyrights © 2026