Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pelatihan menjahit berbasis inclusive entrepreneurship, adaptive skills, dan kemandirian ekonomi. Kajian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan mensintesis berbagai penelitian terdahulu yang relevan mengenai pelatihan keterampilan vokasional, kewirausahaan inklusif, pengembangan UMKM difabel, serta penguatan kemampuan adaptif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pemberdayaan difabel tidak dapat hanya bertumpu pada pelatihan keterampilan teknis semata, melainkan membutuhkan integrasi antara penguatan jiwa kewirausahaan, kemampuan adaptasi, serta dukungan ekosistem yang inklusif. Pelatihan menjahit terbukti memiliki potensi strategis sebagai media pemberdayaan karena bersifat aplikatif, fleksibel, dan dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri berbasis rumah tangga maupun UMKM. Namun, efektivitas pelatihan sangat dipengaruhi oleh kemampuan peserta dalam mengembangkan adaptive skills seperti komunikasi, pemecahan masalah, dan pengelolaan usaha, serta pemahaman terhadap prinsip inclusive entrepreneurship yang menekankan kesetaraan akses terhadap peluang ekonomi. Integrasi ketiga aspek tersebut menghasilkan model pemberdayaan yang lebih holistik dan berkelanjutan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. Selain itu, dukungan komunitas, lembaga pelatihan, serta pemanfaatan teknologi digital menjadi faktor penguat dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan keberlanjutan usaha difabel. Dengan demikian, model pemberdayaan berbasis pelatihan menjahit yang terintegrasi dengan inclusive entrepreneurship dan adaptive skills dapat menjadi alternatif strategi efektif dalam meningkatkan inklusi ekonomi dan sosial penyandang disabilitas.
Copyrights © 2026