Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi aplikasi keuangan sederhana dalam meningkatkan akuntabilitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan menekankan peran desain pengalaman pengguna (UX design), transparansi anggaran, dan literasi data. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya kualitas pelaporan keuangan BUMDes, keterbatasan pemahaman digital aparat desa, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan keuangan desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur sistematis dengan mengintegrasikan temuan dari berbagai penelitian terkait sistem keuangan desa, aplikasi finansial, serta transformasi digital dalam tata kelola keuangan publik. Hasil kajian menunjukkan bahwa aplikasi keuangan sederhana mampu meningkatkan efisiensi pencatatan transaksi, mempercepat pelaporan, serta memperkuat transparansi anggaran. Namun, efektivitas implementasi sangat bergantung pada kualitas UX design yang menentukan kemudahan penggunaan sistem oleh pengelola BUMDes. Selain itu, transparansi anggaran terbukti berkontribusi langsung terhadap peningkatan kepercayaan publik dan akuntabilitas kelembagaan. Literasi data menjadi faktor penting yang memengaruhi kemampuan pengguna dalam membaca, memahami, dan mengambil keputusan berbasis data keuangan. Integrasi ketiga aspek tersebut membentuk model penguatan tata kelola keuangan BUMDes yang lebih adaptif terhadap transformasi digital. Kesimpulannya, implementasi aplikasi keuangan sederhana tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga melibatkan aspek desain sistem dan kapasitas sumber daya manusia. Kombinasi UX design yang baik, transparansi anggaran yang konsisten, serta peningkatan literasi data dapat memperkuat akuntabilitas BUMDes secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026