Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pengembangan bekas Gua Jepang di lokasi Gereja Efata Liliba sebagai destinasi wisata sejarah dan rohani berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gua Jepang Liliba memiliki nilai historis sebagai peninggalan masa pendudukan Jepang, nilai spiritual melalui integrasi dengan lingkungan gereja, serta potensi ekonomi melalui pengembangan wisata berbasis komunitas. Model pengembangan yang direkomendasikan mengintegrasikan tiga aspek utama, yaitu konservasi warisan sejarah, penguatan nilai spiritual, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan Gua Jepang Liliba secara berkelanjutan dapat menjadikan situs sejarah sebagai ruang edukasi, refleksi spiritual, sekaligus sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Copyrights © 2025