Penelitian ini mengkaji Pelolo Huhu Kebie sebagai tradisi penuturan silsilah masyarakat Sabu serta relevansinya dalam perspektif teologi kontekstual bagi Jemaat GMIT Pulau Patmos Tulaika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelolo Huhu Kebie tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian garis keturunan, tetapi juga sebagai media pemeliharaan memori kolektif, penguatan identitas budaya, hubungan kekerabatan, dan solidaritas masyarakat Sabu. Dalam perspektif teologi kontekstual, tradisi ini mencerminkan nilai relasi, tanggung jawab antargenerasi, dan kebersamaan sebagai ruang refleksi kehadiran Allah dalam kehidupan umat. Penelitian ini menegaskan pentingnya dialog antara gereja dan budaya lokal dalam mengembangkan pelayanan yang kontekstual.
Copyrights © 2026