Seiring perkembangan teknologi beton, pemanfaatan material alternatif terus dikembangkan untuk memperoleh bahan yang lebih efisien dan mudah diperoleh, salah satunya limbah serbuk kayu dari industri pengolahan kayu. Penelitian ini bertujuan merencanakan komposisi campuran beton menggunakan serbuk kayu (campuran kayu besi dan lenggua, lolos ayakan No. 4) sebagai substitusi agregat halus pada persentase 0,65%, 0,75%, dan 1%, serta mengevaluasi nilai kuat tekan beton yang dihasilkan. Metode eksperimen dilakukan di Laboratorium Politeknik Negeri Ambon melalui uji slump dan uji kuat tekan pada benda uji silinder berukuran 15 × 30 cm pada umur 14 hari. Hasil uji slump menunjukkan nilai 11 cm (0,65%), 10 cm (0,75%), dan 11 cm (1%). Kuat tekan rata-rata mencapai 13,51 MPa pada variasi 0,65%, serta 12,66 MPa pada variasi 0,75% dan 1%, dengan berat benda uji 11,87–12,12 kg. Nilai ini masih di bawah kuat tekan rencana 16,6 MPa, sehingga beton aditif serbuk kayu belum layak digunakan untuk beton struktur, namun berpotensi dimanfaatkan untuk beton non-struktur. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengkaji variasi persentase yang lebih luas serta sifat beton lainnya seperti daya serap air, porositas, dan kuat tarik belah.
Copyrights © 2026