El-Maqra' : Tafsir, Hadis dan Teologi
Vol 6 No 2 (2026): November (In Progress)

Konsep Musyawarah Dalam QS. Ali Imran [3]: 159: Studi Penafsiran Moh. E. Hasim Dalam Tafsir Ayat Suci Lenyepaneun

Izzatul Afifah, Najwa (Unknown)
Al Hakim, Abdullah Kafabih (Unknown)



Article Info

Publish Date
21 Aug 2026

Abstract

Penelitian ini menganalisis konstruksi etika musyawarah dalam penafsiran Mohammad Emon Hasim terhadap QS. Āli 'Imrān [3]:159 serta menjelaskan fungsi babasan dan paribasa Sunda sebagai strategi interpretasi dalam Tafsir Ayat Suci Lenyepaneun. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan, data dianalisis melalui Qualitative Content Analysis model Philipp Mayring yang mencakup tahapan pengodean, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasim mengonstruksi musyawarah sebagai sistem etika yang bertumpu pada lima prinsip utama: kelembutan, sikap pemaaf, kebijaksanaan, partisipasi, serta keseimbangan antara tawakkal dan qana'ah. Temuan lain menunjukkan bahwa babasan dan paribasa Sunda tidak sekadar berfungsi sebagai ornamen bahasa, melainkan sebagai perangkat hermeneutik yang menghubungkan nilai-nilai universal Al-Qur'an dengan pengalaman budaya masyarakat Sunda. Dalam perbandingannya dengan penafsiran Ibn Kathir, Hamka, dan M. Quraish Shihab, Hasim tetap mempertahankan prinsip-prinsip dasar musyawarah, namun menghadirkan kekhasan melalui pemanfaatan budaya lokal sebagai instrumen interpretasi. Penelitian ini memperkaya kajian tafsir Nusantara dengan menunjukkan bahwa vernakularisasi bukan sekadar alih bahasa, melainkan proses transformasi makna melalui perangkat budaya lokal yang hidup dalam masyarakat. Dengan demikian, Tafsir Ayat Suci Lenyepaneun merepresentasikan dialog kreatif antara teks suci dan kearifan lokal tanpa mengurangi universalitas pesan Al-Qur'an.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

el-maqra

Publisher

Subject

Religion

Description

Kajian jurnal meliputi berbagai hal yang berhubungan dengan al-Qur’an, tafsir, ilmu-ilmu al-Qur’an, ilmu-ilmu tafsir, living al-Qur’an, pemikiran tokoh tentang al-Qur’an, ilmu al-Qur’an, tafsir, ilmu tafsir dan seterusnya; demikian pula meliputi hal yang berhubungan dengan hadis, ilmu-ilmu ...