Intensifikasi pertanian sayuran di lahan kering masam tropis tanpa pengelolaan hara berkelanjutan memicu degradasi kualitas tanah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi aktual dan status kesuburan tanah pada lahan budidaya sayuran di Telaga Kodok, Kabupaten Maluku Tengah. Metode meliputi observasi lapangan, wawancara petani, serta analisis laboratorium terhadap sifat kimia tanah (pH, C-organik, N-total, P2O5, K2O, KTK, dan KB). Hasil menunjukkan keempat satuan lahan (PL0G1, PL1G1, PL2G1, dan HL3G1) didominasi reaksi tanah masam (pH 4,75–5,26) dengan Kapasitas Tukar Kation (KTK) rendah (8,97–13,695 cmol kg-1). Akibat pencucian hara intensif, kandungan N-total berada pada tingkat sangat rendah (0,075–0,08%) di seluruh sampel (berdasarkan kriteria Pusat Penelitian Tanah, 1983). Meskipun terjadi anomali akumulasi sisa pupuk akibat pasokan berlebih (over-fertilization), berupa kadar kalium sangat tinggi pada PL0G1 (63,27 ppm) dan fosfor sangat tinggi pada HL3G1 (39,5 ppm), efisiensi penyerapan haranya tetap terhambat. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan petani yang mengandalkan pupuk anorganik sintetis tanpa diimbangi tindakan pengapuran tanah maupun pasokan bahan organik yang memadai. Berdasarkan kriteria Pusat Penelitian Tanah (1995), status kesuburan tanah secara keseluruhan diklasifikasikan berada pada kategori rendah hingga sangat rendah. Diperlukan perubahan strategi budidaya melalui pengelolaan hara terpadu, aplikasi kapur pertanian, dan penambahan pupuk organik secara berkala untuk memulihkan kapasitas penyangga kimia tanah.
Copyrights © 2026