Open Access DRIVERset
Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 (2026): Juni 2026

MANFAAT GERAKAN SHALAT TERHADAP KESEHATAN MUSKULOSKELETAL: TINJAUAN FISIOLOGIS

Jeprinaldi (Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat)
Rifana Wahdi (Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat)
Heru Afrian (Universitas Dharmas Indonesia)
Ayu Ningsih Almirus (Universitas Dharmas Indonesia)



Article Info

Publish Date
20 Jul 2026

Abstract

Salat merupakan ibadah wajib dalam Islam yang dilaksanakan secara berulang setiap hari dan melibatkan rangkaian aktivitas motorik berupa berdiri (qiyam), rukuk, bangkit dari rukuk, sujud, duduk, dan salam. Selain memiliki dimensi spiritual, rangkaian gerakan tersebut melibatkan berbagai kelompok otot dan persendian sehingga memiliki relevansi untuk dikaji dari perspektif fisiologi dan kesehatan muskuloskeletal. Artikel ini bertujuan menganalisis potensi manfaat gerakan salat terhadap kesehatan sistem muskuloskeletal berdasarkan perspektif fisiologis dan temuan penelitian ilmiah. Penelitian menggunakan metode literature review dengan menelaah artikel ilmiah mengenai salat, aktivitas fisik, biomekanika, fleksibilitas, keseimbangan, rentang gerak sendi, aktivitas otot, serta kesehatan muskuloskeletal. Hasil kajian menunjukkan bahwa gerakan salat melibatkan aktivitas berbagai kelompok otot ekstremitas bawah, batang tubuh, dan ekstremitas atas serta menghasilkan perubahan posisi sendi pada lutut, panggul, pergelangan kaki, dan tulang belakang. Gerakan rukuk dan sujud berpotensi memberikan stimulus terhadap mobilitas dan fleksibilitas tubuh, sedangkan perpindahan posisi secara berulang dapat melibatkan kontrol postural dan keseimbangan. Sejumlah penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara praktik salat dan fleksibilitas punggung bawah serta keterlibatan aktivitas otot selama gerakan salat. Namun demikian, salat tidak dapat secara otomatis disamakan dengan latihan fisik terstruktur karena intensitas, durasi, dan karakteristik gerakannya berbeda dengan rekomendasi aktivitas fisik. Oleh karena itu, manfaat muskuloskeletal salat lebih tepat dipahami sebagai potensi aktivitas gerak ringan yang dapat melengkapi, bukan menggantikan, aktivitas fisik dan latihan kebugaran yang direkomendasikan.

Copyrights © 2026