Penuaan menyebabkan penurunan fungsi kognitif yang, apabila tidak diantisipasi, dapat meningkatkan risiko kondisi kegawatdaruratan pada lansia, seperti delirium dan jatuh berulang. Brain Gym Exercise merupakan intervensi non-farmakologis berbasis gerakan sederhana yang dilaporkan efektif meningkatkan fungsi kognitif lansia. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Brain Gym Exercise terhadap peningkatan fungsi kognitif sebagai upaya pencegahan risiko kegawatdaruratan pada lansia di Posyandu Lansia wilayah kerja Puskesmas Andalas, Kota Padang. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest pada 30 lansia yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi Brain Gym Exercise diberikan selama 2 minggu (6 sesi, 2 kali/minggu, 15-20 menit/sesi). Fungsi kognitif diukur menggunakan Mini-Mental State Examination (MMSE) sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis dengan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil menunjukkan peningkatan bermakna rerata skor MMSE dari 21,5 menjadi 25,8 (p = 0,000), dengan proporsi lansia berfungsi kognitif normal meningkat dari 26,7% menjadi 76,7%. Brain Gym Exercise efektif meningkatkan fungsi kognitif lansia dan berpotensi menjadi strategi pencegahan primer terhadap risiko kegawatdaruratan terkait penurunan fungsi kognitif, sehingga direkomendasikan untuk diterapkan secara rutin di Posyandu Lansia.Kata kunci: Brain gym exercise; fungsi kognitif; lansia; kegawatdaruratan; posyandu lansia
Copyrights © 2024