Ikan nila (Oreochromis niloticus) memiliki pertumbuhan relatif cepat, daya adaptasi tinggi, dan nilai ekonomis yang baik. Salah satu kendala utama dalam kegiatan budidaya adalah tingginya biaya pakan, sehingga diperlukan bahan pakan alternatif yang mudah diperoleh dan ekonomis. Daun mangrove (Rhizophora mucronata) berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pakan karena mengandung berbagai senyawa bioaktif, tetapi kandungan serat kasar dan senyawa antinutrisi dapat membatasi pemanfaatannya. Fermentasi menggunakan Aspergillus niger diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kecernaan bahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun mangrove hasil fermentasi terhadap pertumbuhan, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, dan kelangsungan hidup ikan nila serta menentukan perlakuan terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas pakan kontrol tanpa tepung daun mangrove (A), pakan dengan penambahan tepung daun mangrove hasil fermentasi 150 gr (B), dan 200 gr (C). Setiap unit percobaan terdiri atas 10 ekor ikan nila dengan volume air 20 l. Pakan diberikan sebesar 5% biomassa per hari selama masa pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun mangrove hasil fermentasi tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan rasio konversi pakan (FCR) (P>0,05). Namun, perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak (P<0,05). Perlakuan B menghasilkan pertumbuhan panjang rata-rata tertinggi sebesar 3,03 cm, diikuti perlakuan A sebesar 3,00 cm dan perlakuan C sebesar 2,07 cm. Hasil uji BNT menunjukkan bahwa perlakuan A dan B tidak berbeda nyata, tetapi keduanya berbeda nyata dengan perlakuan C. Nilai kelangsungan hidup ikan pada seluruh perlakuan mencapai 100%. Berdasarkan hasil penelitian, tepung daun R. mucronata hasil fermentasi berpotensi digunakan sebagai bahan tambahan pakan ikan nila, terutama pada dosis sedang, meskipun belum menunjukkan peningkatan yang nyata pada sebagian besar parameter pertumbuhan.
Copyrights © 2026