Maria Theresia Dua Tei
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Teknologi Pangan Pertanian dan Perikanan, Universitas Nusa Nipa, Jln Kesehatan No. 3 Maumere, Flores, NTT 86111

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DIVERSIFIKASI PENGHIDUPAN SEBAGAI STRATEGI KETAHANAN PANGAN NELAYAN TRADISIONAL DI PESISIR WATU KRUS, KABUPATEN SIKKA Desqia Maya Litong; Christofel Oktavianus Nobel Pale; Maria Theresia Dua Tei
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 8 No 2 (2026): AQUANIPA - Jurnal Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketahanan pangan rumah tangga nelayan tradisional sangat dipengaruhi oleh ketergantungan terhadap sumber daya laut, fluktuasi hasil tangkapan, kondisi cuaca, dan kapasitas sosial ekonomi rumah tangga. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan pangan serta menganalisis strategi yang dapat dikembangkan nelayan tradisional di Desa Watu Krus, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan data primer yang diperoleh melalui observasi, wawancara menggunakan kuesioner, dan dokumentasi terhadap responden nelayan tradisional. Data sekunder bersumber dari dokumen desa dan literatur yang digunakan. Analisis dilakukan secara deskriptif dan menggunakan SWOT untuk memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman. Hasil penelitian menunjukkan kerentanan utama berasal dari cuaca ekstrem, kerusakan sarana penangkapan, keterbatasan modal dan teknologi, fluktuasi pendapatan, serta tingginya biaya operasional. Pada tingkat rumah tangga, strategi bertahan dilakukan melalui penghematan konsumsi; 58% responden memilih barang kebutuhan dengan harga lebih murah dan 42% mengatur pola makan sehari-hari. Akses pembiayaan berasal dari bank (42%), koperasi (33%), dan tetangga (25%), sedangkan penerimaan bantuan terbagi seimbang antara responden yang pernah dan tidak pernah menerima bantuan. Analisis SWOT menghasilkan koordinat X = 1,6 dan Y = -0,8 yang menempatkan posisi strategi pada Kuadran II atau Strength-Threat. Kondisi tersebut mengarahkan strategi utama pada diversifikasi penghidupan melalui pengolahan hasil perikanan, usaha non-perikanan, dan pengembangan wisata pesisir. Diversifikasi berperan sebagai strategi adaptif untuk mengurangi ketergantungan pada penangkapan ikan sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi dan akses pangan rumah tangga nelayan.
PEMANFAATAN TEPUNG DAUN MANGROVE (Rhizophora mucronata) HASIL FERMENTASI UNTUK BAHAN TAMBAHAN PAKAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Maria Theresia Dua Tei; Maria Imaculata Rume; Heraklens Api
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 8 No 2 (2026): AQUANIPA - Jurnal Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) memiliki pertumbuhan relatif cepat, daya adaptasi tinggi, dan nilai ekonomis yang baik. Salah satu kendala utama dalam kegiatan budidaya adalah tingginya biaya pakan, sehingga diperlukan bahan pakan alternatif yang mudah diperoleh dan ekonomis. Daun mangrove (Rhizophora mucronata) berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pakan karena mengandung berbagai senyawa bioaktif, tetapi kandungan serat kasar dan senyawa antinutrisi dapat membatasi pemanfaatannya. Fermentasi menggunakan Aspergillus niger diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kecernaan bahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun mangrove hasil fermentasi terhadap pertumbuhan, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, dan kelangsungan hidup ikan nila serta menentukan perlakuan terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas pakan kontrol tanpa tepung daun mangrove (A), pakan dengan penambahan tepung daun mangrove hasil fermentasi 150 gr (B), dan 200 gr (C). Setiap unit percobaan terdiri atas 10 ekor ikan nila dengan volume air 20 l. Pakan diberikan sebesar 5% biomassa per hari selama masa pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun mangrove hasil fermentasi tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan rasio konversi pakan (FCR) (P>0,05). Namun, perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak (P<0,05). Perlakuan B menghasilkan pertumbuhan panjang rata-rata tertinggi sebesar 3,03 cm, diikuti perlakuan A sebesar 3,00 cm dan perlakuan C sebesar 2,07 cm. Hasil uji BNT menunjukkan bahwa perlakuan A dan B tidak berbeda nyata, tetapi keduanya berbeda nyata dengan perlakuan C. Nilai kelangsungan hidup ikan pada seluruh perlakuan mencapai 100%. Berdasarkan hasil penelitian, tepung daun R. mucronata hasil fermentasi berpotensi digunakan sebagai bahan tambahan pakan ikan nila, terutama pada dosis sedang, meskipun belum menunjukkan peningkatan yang nyata pada sebagian besar parameter pertumbuhan.