Rumpon merupakan sarana bantu penangkapan ikan yang umumnya bekerja secara pasif dan sangat bergantung pada kekuatan sistem tambat. Penelitian ini mengevaluasi secara numerik dan terbatas satu aspek teknis, yaitu kemampuan propeler heksagonal menghasilkan gaya dorong korektif pada rumpon berenergi terbarukan. Dua konfigurasi dibandingkan pada kondisi operasi yang sama: propeler terbuka tiga sudu sebagai acuan dan propeler enam sudu dengan duct heksagonal sebagai rancangan usulan. Model menggunakan hubungan koefisien open-water untuk menghitung koefisien gaya dorong, koefisien torsi, efisiensi, daya poros, serta margin gaya dorong. Parameter desain meliputi diameter propeler 0,32 m, putaran 600 rpm, kecepatan aliran 0,85 m/s, dan massa jenis air laut 1.025 kg/m³, sehingga diperoleh advance coefficient sebesar 0,266. Hasil menunjukkan bahwa konfigurasi konvensional menghasilkan gaya dorong 66,02 N, efisiensi 0,447, dan daya poros 125,5 W. Konfigurasi heksagonal menghasilkan gaya dorong 83,90 N, efisiensi 0,491, dan daya poros 145,2 W. Dengan beban lingkungan desain 70,17 N, margin gaya dorong meningkat dari 0,94 menjadi 1,20. Peningkatan gaya dorong sebesar 27,08% dicapai dengan kenaikan daya 15,70%, sedangkan rasio gaya dorong terhadap daya meningkat sekitar 9,84%. Hasil ini menunjukkan bahwa geometri heksagonal layak dipertimbangkan sebagai penggerak korektif berdaya rendah. Namun, hasil masih berupa pembuktian numerik awal dan belum menggantikan simulasi CFD geometri penuh maupun pengujian open-water
Copyrights © 2026