Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) merupakan fasilitas berbasis teknologi yang digunakan untuk mendukung proses check-in pasien BPJS secara mandiri pada pelayanan rawat jalan. Namun, pemanfaatan APM di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan check-in pasien BPJS melalui APM, mengidentifikasi hambatan dalam penggunaannya, serta menggambarkan tingkat kemandirian pasien dalam melakukan proses check-in. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dipilih secara purposive sampling dan terdiri atas tujuh orang, yaitu dua petugas pendaftaran rawat jalan dan lima pasien BPJS. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil observasi dashboard menunjukkan bahwa pada April 2026 terdapat 3.577 pasien yang melakukan check-in melalui APM dan 9.603 pasien yang tidak melakukan check-in melalui APM. Pada Mei 2026, sebanyak 2.569 pasien melakukan check-in, sedangkan 11.279 pasien tidak melakukan check-in melalui APM. Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian pasien telah memahami alur check-in, tetapi masih memerlukan bantuan petugas, termasuk pasien yang telah lama melakukan kontrol. Hambatan yang ditemukan meliputi ketidaktahuan pasien, kebiasaan memperoleh bantuan petugas, keterbatasan jaringan dan kuota internet, serta kendala verifikasi identitas melalui fingerprint dan face recognition (FRISTA). Temuan menunjukkan bahwa pemanfaatan APM sebagai layanan mandiri belum optimal karena masih terdapat ketergantungan pasien terhadap bantuan petugas dan kendala teknis dalam proses verifikasi. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan, pembiasaan pasien untuk melakukan check-in secara mandiri, pendampingan sesuai kebutuhan, serta peningkatan keandalan jaringan dan sistem verifikasi untuk mendukung optimalisasi pemanfaatan APM.
Copyrights © 2026