Penelitian ini mengkaji potensi ekstrak bawang merah sebagai zat pengatur tumbuh (ZPT) alami bagi fase awal pertumbuhan microgreens jagung hibrida (Zea mays L.). Melalui pendekatan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial tiga ulangan, studi ini menguji interaksi antara tingkat konsentrasi ekstrak (20%, 40%, 60%) dan durasi perendaman benih (3, 6, 9 jam). Uji ANOVA menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak berpengaruh signifikan terhadap persentase perkecambahan dan bobot segar, dengan efektivitas tertinggi ditemukan pada dosis 60%. Sebaliknya, variabel waktu perendaman maupun interaksi kedua faktor tidak memberikan dampak nyata. Oleh sebab itu, aplikasi ekstrak bawang merah dengan konsentrasi 60% direkomendasikan untuk memacu pertumbuhan awal tanaman ini.
Copyrights © 2026