Penelitian ini bertujuan untuk membedah secara mendalam pengalaman hidup (lived experience) dan struktur psikologis di balik perilaku pembelian impulsif (impulsive buying) pada konsumen Generasi Z di platform e-commerce Shopee di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi Moustakas untuk mengeksplorasi esensi fenomena digital tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan observasi digital netnografi terhadap delapan informan Generasi Z pengguna aktif Shopee yang dipilih secara purposive, di mana kecukupan data mencapai titik saturasi pada informan kedelapan. Tahapan analisis data meliputi epoche, horizonalization, pengelompokan ke dalam tema esensial, serta sintesis tekstural-struktural. Hasil penelitian mengungkapkan tiga tema esensial utama: (1) escapism dan regulasi emosional digital yang berfungsi sebagai coping mechanism atas academic burnout; (2) social validation dan spatio-temporal urgency yang dipicu oleh konformitas kelompok sebaya serta fitur urgensi platform (seperti Flash Sale dan Shopee Live); serta (3) dualitas emosional berupa euforia transaksional singkat akibat kemudahan fitur SpayLater yang diikuti oleh disonansi kognitif dan buyer’s remorse. Kebaharuan (novelty) penelitian ini memperlihatkan bahwa pembelian impulsif merupakan mekanisme koping emosional pada ekosistem akademis perkotaan, bukan sekadar reaksi ekonomi tanpa rencana. Implikasinya bagi dunia pendidikan menekankan pentingnya penguatan literasi keuangan digital serta penyediaan sarana manajemen stres di perguruan tinggi guna mendorong regulasi emosi dan perilaku konsumsi yang lebih bijak.
Copyrights © 2026