Identitas bangsa Israel dalam narasi Perjanjian Lama merupakan hasil dari rangkaian peristiwa sejarah yang dipenuhi dimensi spiritual, teologis dan silsilah. Dalam kerangka besar ini, perempuan sering kali dipandang sebagai tokoh pendamping atau pelengkap dalam narasi para patriarki. Kajian ini untuk menelaah posisi tokoh Sara dalam kisah Abraham dalam kisah sejarah bangsa Israel, serta menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran mendasar dalam pembentukan identitas iman dan sejarah bangsa Israel. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, dengan analisis terhadap teks Kitab Kejadian dan sumber-sumber teologi serta feminisme. Tulisan ini menunjukkan bahwa pengalaman iman, tubuh, dan rahim Sara menjadi simbol utama dalam penggenapan janji Allah dan pembentukan identitas kolektif umat Israel. Dalam konteks ini, Sara tidak hanya menjadi alat biologis atau pendamping patriarki, tetapi juga agen aktif dalam narasi keselamatan. Tokoh Sara merepresentasikan jembatan antara janji ilahi dan realitas historis Israel, sehingga membuka ruang hermeneutik baru yang mengafirmasi pengalaman perempuan dalam sejarah iman. Studi ini membuka ruang hermeneutis baru yang lebih inklusif terhadap pengalaman perempuan dalam tradisi keagamaan.
Copyrights © 2026