Kecurangan pelaporan keuangan masih menjadi permasalahan serius karena menimbulkan kerugian besar bagi para pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja, independensi, skeptisme profesional, dan pengalaman kerja terhadap kemampuan auditor mendeteksi kecurangan pada laporan keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer dari kuesioner yang disebarkan kepada 100 auditor pada 11 Kantor Akuntan Publik di Jakarta Selatan melalui teknik purposive sampling, dan dianalisis menggunakan SEM-PLS dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan auditor mendeteksi kecurangan, berlawanan arah dengan hipotesis awal; independensi dan skeptisme profesional berpengaruh positif dengan taraf signifikansi yang tipis; pengalaman kerja berpengaruh positif dan signifikan; serta keempat variabel secara simultan berpengaruh signifikan dengan kemampuan menjelaskan sebesar 32,6% . Dengan demikian, kemampuan deteksi kecurangan dibentuk oleh perpaduan faktor situasional dan faktor internal auditor. Kata Kunci: beban kerja; independensi; skeptisme profesional; pengalaman kerja; deteksi kecurangan
Copyrights © 2026