Integrasi digital storytelling Islami dalam pembelajaran nilai agama dan moral memerlukan pengelolaan yang tidak hanya berfokus pada penggunaan media, tetapi juga pada keterpaduan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi digital storytelling Islami pada empat tahap tersebut di RA An-Nur Bandar Khalipah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara dengan kepala RA dan guru, serta analisis modul ajar, naskah cerita, media digital, catatan perkembangan anak, dan dokumentasi kegiatan. Data dianalisis secara tematik melalui familiarisasi, pengodean, pengembangan dan peninjauan tema, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik, member checking, serta audit dokumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa perencanaan meliputi pemilihan nilai, penyusunan alur cerita, seleksi media, pertanyaan dialogis, dan asesmen; pelaksanaan berlangsung melalui kegiatan pembuka, tayangan terbimbing, dialog, bermain peran, dan pembiasaan; evaluasi dilakukan melalui observasi dan catatan anekdot; sedangkan tindak lanjut mencakup penguatan individual, pengulangan cerita, komunikasi dengan orang tua, dan refleksi guru. Keberhasilan digital storytelling Islami ditentukan oleh kualitas mediasi pedagogis guru dan keterhubungan media dengan pengalaman nyata anak.
Copyrights © 2026