Adopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin penting dalam transformasi bisnis, termasuk pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Meskipun demikian, kesiapan adopsi AI pada UMKM belum merata karena dipengaruhi keterbatasan sumber daya, kapabilitas manajerial, literasi digital, dan dukungan ekosistem. Penelitian ini bertujuan memetakan faktor-faktor yang membentuk kesiapan adopsi AI pada UMKM dengan menekankan kapabilitas kewirausahaan dan ekosistem digital. Penelitian menggunakan pendekatan systematic literature review dengan pedoman PRISMA 2020. Sumber literatur diperoleh dari artikel jurnal peer-reviewed periode 2020–2026 yang relevan dengan topik AI, SMEs, MSMEs, dan entrepreneurship. Hasil telaah menunjukkan bahwa kesiapan adopsi AI pada UMKM dibentuk oleh tiga kelompok faktor utama, yaitu kapabilitas wirausaha, kesiapan organisasi, dan dukungan ekosistem digital. Kapabilitas wirausaha seperti inovatif, proaktif, pembelajaran adaptif, dan literasi digital berperan penting dalam mendorong keputusan adopsi. Pada saat yang sama, infrastruktur teknologi, kompetensi SDM, data, biaya, dan komitmen manajemen menentukan kesiapan internal organisasi. Di luar itu, dukungan pemerintah, vendor teknologi, pelatihan, platform digital, dan jaringan pasar memperkuat kemampuan UMKM dalam mengimplementasikan AI. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesiapan adopsi AI pada UMKM tidak dapat dipahami hanya dari aspek teknologi, tetapi harus dilihat sebagai hasil interaksi antara kemampuan wirausaha, kesiapan organisasi, dan kekuatan ekosistem digital.
Copyrights © 2026