Jurnal Penelitian Ekonomi dan Manajemen (JPEM)
Vol. 1 No. 3 (2026): Jurnal Penelitian Ekonomi dan Manajemen (JPEM)

MODEL COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGUATAN TATA KELOLA DESA MELALUI KKN KOLABORATIF UNEJ-UNARS DI DESA TAMANKURSI, KABUPATEN SITUBONDO

Icha Khusma Helindra Oktaviarosa (Universitas Jember, Jawa Timur, Indonesia)
Iqbal Maulana (Universitas Jember, Jawa Timur, Indonesia)
Nur Sabrina (Universitas Jember, Jawa Timur, Indonesia)
Larasati Kurnia Asyifah (Universitas Jember, Jawa Timur, Indonesia)
Jannatin Alfafa Laily (Universitas Jember, Jawa Timur, Indonesia)
Wulan Fitrianingsih (Universitas Jember, Jawa Timur, Indonesia)
A’idah Kamilah Dewi (Universitas Jember, Jawa Timur, Indonesia)
Nirmala Anggur Aulia S.P (Universitas Jember, Jawa Timur, Indonesia)
Muhammad Bimvanka Ridho Abdillah (Universitas Jember, Jawa Timur, Indonesia)
Monica Putri Perdani (Universitas Jember, Jawa Timur, Indonesia)
Ridlo Abdi Nasrulloh (Universitas Jember, Jawa Timur, Indonesia)
Najmah Aiska Barvillanda (Universitas Jember, Jawa Timur, Indonesia)



Article Info

Publish Date
22 Aug 2026

Abstract

Otonomi desa yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 menuntut kapasitas tata kelola yang memadai, sementara di banyak desa kapasitas tersebut masih dibatasi oleh keterbatasan sumber daya manusia, kelembagaan, dan pembiayaan. Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif menjadi salah satu instrumen jembatan antara pengetahuan akademik dan praktik tata kelola di tingkat lokal. Artikel ini bertujuan menganalisis pelaksanaan KKN Kolaboratif Universitas Jember (UNEJ) dan Universitas Abdurachman Saleh (UNARS) di Desa Tamankursi, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo, pada 14 Juli–18 Agustus 2026, melalui perspektif ilmu administrasi negara, khususnya kerangka collaborative governance. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus, memanfaatkan data primer hasil observasi partisipatif dan wawancara, serta data sekunder profil Desa Tamankursi tahun 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa lima program kerja yang dilaksanakan, yaitu Edukasi Lingkungan dan Kesehatan, Pelatihan dan Pembuatan Eco Enzyme, Sosialisasi Perawatan dan Budidaya Kopi, Aktivasi Bank Sampah, dan Sekolah Alam, dapat dipahami sebagai bentuk co-production layanan publik mikro yang melibatkan tiga aktor utama, yaitu perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Proses kolaborasi menempuh tahapan dialog awal, pembangunan kepercayaan, komitmen bersama, dan pemahaman bersama sebagaimana dikemukakan dalam teori collaborative governance. Meskipun demikian, keberlanjutan program masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sarana, minimnya regulasi tingkat desa, serta jangka waktu KKN yang singkat sehingga proses kelembagaan belum sepenuhnya terinternalisasi. Artikel ini merekomendasikan penguatan regulasi desa (peraturan desa/keputusan kepala desa), pengalokasian anggaran melalui APBDes, serta penguatan kapasitas kader lokal agar hasil kolaborasi dapat berkelanjutan pasca-KKN.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jpem

Publisher

Subject

Description

urnal Penelitian Ekonomi dan Manajemen (JPEM) merupakan jurnal ilmiah yang berfokus pada publikasi hasil penelitian, kajian teoretis, serta pemikiran konseptual dalam bidang ekonomi dan manajemen. Jurnal ini hadir sebagai wadah akademik bagi peneliti, dosen, praktisi, dan mahasiswa untuk ...