Banjir merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di Kota Kendari, khususnya di Kecamatan Poasia. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh curah hujan tinggi, keterbatasan kapasitas sistem drainase, limpasan permukaan, serta pengaruh muka air laut pada daerah hilir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi banjir pada sistem drainase eksisting di Kecamatan Poasia, Kota Kendari berdasarkan kejadian hujan historis menggunakan perangkat lunak Personal Computer Storm Water Management Model (PCSWMM). Data curah hujan yang digunakan merupakan kejadian hujan pada 15 Juli 2013 dengan total curah hujan sebesar 205,0 mm selama 18 jam. Pemodelan dilakukan dengan mengintegrasikan data spasial, hidrologi, dan hidraulika untuk mensimulasikan limpasan permukaan dan aliran pada jaringan drainase. Kondisi batas hilir dalam pemodelan juga mempertimbangkan muka air laut sebesar 1,93 m. Hasil simulasi menunjukkan bahwa terdapat beberapa junction yang mengalami luapan, yaitu J4, J6, J8, J10, J12, J13, J27, J35, J42, dan J43. Debit banjir terbesar terjadi pada J10 sebesar 0,500 m³/s, sedangkan debit banjir terkecil terjadi pada J6 sebesar 0,002 m³/s. Luapan juga terjadi pada kawasan Jalan Bunggasi, Jalan Belimbing, saluran pengalihan, dan daerah hilir. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kapasitas sistem drainase eksisting belum mampu menampung limpasan yang dihasilkan oleh kejadian hujan ekstrem. Selain curah hujan, kondisi muka air laut di daerah hilir sebesar 1,93 m turut memperburuk kondisi luapan dan memengaruhi kemampuan sistem drainase dalam mengalirkan air. Hasil simulasi PCSWMM menunjukkan bahwa model mampu menggambarkan lokasi dan karakteristik luapan yang terjadi pada sistem drainase di lokasi studi, sehingga dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi eksisting sistem drainase di Kecamatan Poasia, Kota Kendari.
Copyrights © 2026