Manuju : Malahayati Nursing Journal
Vol 8, No 9 (2026): Volume 8 Nomor 9 (2026)

Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Ibu dalam Deteksi Dini Pneumonia Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Nulle

Jennie Luisa Boboy (Universitas Nusa Cendana)
Pius Weraman (Universitas Nusa Cendana)
Sintha Purimahua (Universitas Nusa Cendana)
Marni Marni (Universitas Nusa Cendana)
Anderias Umbu Roga (Universitas Nusa Cendana)



Article Info

Publish Date
01 Sep 2026

Abstract

ABSTRACT Pneumonia is a leading cause of morbidity and mortality in children under five, and early detection plays a crucial role in preventing severe complications. Maternal behavior is an important factor in recognizing early symptoms of pneumonia. This study aims to analyze factors influencing maternal behavior in early detection of pneumonia among under-five children in the working area of Nulle Public Health Center. This research used a quantitative analytic survey with a cross-sectional design. A total of 94 mothers with children aged 0–59 months were selected using systematic random sampling. Data were collected using structured questionnaires based on the Health Belief Model (HBM) and analyzed using chi-square and multiple logistic regression tests. The results showed that most mothers did not perform early detection of pneumonia (60.6%). Bivariate analysis indicated that perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, cues to action, and self-efficacy were significantly associated with maternal behavior (p 0.05). Multivariate analysis revealed that self-efficacy was the most dominant factor influencing maternal behavior (OR = 2.594; 95% CI: 1.500–4.486). Self-efficacy is the most influential factor in maternal behavior regarding early detection of pneumonia. Strengthening maternal confidence through health education is essential to improve early detection practices. Keywords: Pneumonia, Early Detection, Maternal Behavior, Health Belief Model, Self-Efficacy.  ABSTRAK Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada balita, sehingga deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat. Perilaku ibu berperan penting dalam mengenali gejala awal pneumonia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dalam deteksi dini pneumonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Nulle. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 94 ibu yang memiliki balita, dipilih menggunakan teknik systematic random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis Health Belief Model (HBM) dan dianalisis dengan uji chi-square serta regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu tidak melakukan deteksi dini pneumonia (60,6%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, cues to action, dan self-efficacy dengan perilaku ibu (p 0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa self-efficacy merupakan faktor paling dominan (OR = 2,594; 95% CI: 1,500–4,486). Self-efficacy merupakan faktor paling berpengaruh terhadap perilaku ibu dalam deteksi dini pneumonia. Peningkatan keyakinan diri ibu melalui edukasi kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan praktik deteksi dini. Kata Kunci: Pneumonia, Deteksi Dini, Perilaku Ibu, Health Belief Model, Efikasi Diri.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

manuju

Publisher

Subject

Health Professions Nursing Public Health

Description

MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis ...