Jumlah penduduk di Kabupaten Konawe dari tahun ke tahun terus meningkat sehingga timbulan limbah domestik dan komersial dapat memberi dampak pada masalah pengelolaan dan lingkungan yang kurang sehat. Kondisi ini sejalan dengan meningkatnya volume sampah hari di Kabupaten Konawe khususnya wilayah perkotaan mencapai sekitar 108 ton per hari. Untuk mengatasi kondisi tersebut dibutuhkan faktor pendukung untuk terlaksananya implementasi kebijakan pengelolaan sampah yang efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kabupaten Konawe. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik penetapan informan dengan cara purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan model analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukan faktor yang mendukung implementasi kebijakan meliputi adanya Peraturan Daerah sebagai dasar hukum, komitmen Pemerintah Kabupaten Konawe, komitmen dan pengalaman aparatur Dinas Lingkungan Hidup, koordinasi yang cukup baik antarinstansi, partisipasi masyarakat dalam kegiatan kebersihan, serta tersedianya sarana dasar pengelolaan sampah. Faktor-faktor tersebut memberikan kontribusi positif terhadap pelaksanaan kebijakan meskipun implementasi kebijakan belum optimal dan efektif. Faktor yang menghambat implementasi kebijakan terdiri atas keterbatasan sumber daya manusia, keterbatasan anggaran, belum memadainya sarana dan prasarana pengelolaan sampah, rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat, belum optimalnya sosialisasi kebijakan, serta koordinasi yang masih perlu ditingkatkan. Hambatan-hambatan tersebut saling terintegrasi sehingga mempengaruhi efektivitas pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Konawe Nomor 30 Tahun 2015 sebagai landasan kebijakan pengelolaan sampah di Kabupaten Konawe. Hasil riset diharapkan dapat mendorong kebijakan pengelolaan sampah yang optimal di masa akan datang
Copyrights © 2026