Implementasi kebijakan pencegahan stunting masih menghadapi kendala atau masalah sehingga belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pendukung dan penghambat implementasi kebijakan pencegahan stunting di Kabupaten Konawe. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Informan penelitian ini adalah unsur pimpinan, kepala bidang, staf pegawai serta unsur posyandu. Teknik penentuan informan secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan model analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendukung implementasi kebijakan pencegahan stunting di Kabupaten Konawe yakni adanya landasan kebijakan yang jelas, dukungan dan komitmen pemerintah daerah, terbentuknya Tim Percepatan Penurunan Stunting, keterlibatan berbagai organisasi perangkat daerah dan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga, serta tersedianya sumber pembiayaan program, dukungan politik dari pimpinan daerah juga ditemukan sudah relatif baik. Faktor penghambat implementasi kebijakan pencegahan stunting di Kabupaten Konawe yakni belum merata pemahaman pelaksana terhadap standar dan sasaran kebijakan, komunikasi dan koordinasi lintas sektor yang belum optimal, keterbatasan dan ketidakmerataan kapasitas sumber daya manusia, anggaran operasional serta sarana prasarana, belum optimalnya integrasi data, pembagian peran antarorganisasi yang belum sepenuhnya rinci, perbedaan komitmen pelaksana, keterbatasan ekonomi keluarga, serta pengetahuan dan partisipasi masyarakat yang belum merata, keterbatasan dana operasional untuk kegiatan pendampingan, kunjungan lapangan, dan penyuluhan. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dan praktis dalam mendorong efektivitas implementasi kebijakan pencegahan stunting di Kabupaten Konawe.
Copyrights © 2026