Sektor pertanian memiliki kerentanan terhadap perubahan iklim, namun disisi lain perilaku petani berkontribusi terhadap perubahan iklim melalui kegiatan budidaya pertanian yang menghasilkan emisi gas rumah kaca. Penelitian pada Program Prakarsa Bagja Juara ini dilakukan untuk mengetahui implementasi program TJSL/CSR yang berfokus pada perubahan perilaku petani dan pengeloalaan potensi limbah pertanian menjadi sumber daya untuk terciptanya sirkular ekonomi yang memilki dampak terhadap perbaikan lingkungan. Program dilaksanakan di Desa Pasirtanjung dengan latar belakang perilaku petani yang dalam aktivitasnya menghasilkan emisi gas rumah kaca melalui pembakaran jerami pasca panen, penggunaan pupuk kimia dan peptisida yang tidak sesuai takaran, serta penggunaan mesin pertanian tinggi emisi. Dampak dari perilaku tersebut yaitu hasil produksi panen menurun, meningkatnya biaya kebutuhan pupuk kimia dan peptisida, serta penurunan kondisi kesehatan. Penerapan pertanian ramah lingkungan berbasis inovasi teknologi diterapkan untuk menjawab permasalahan yang terjadi dan menciptakan sirkular ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Capaian dari implementasi program diuraikan dengan kerangka penghidupan berkelanjutan (sustainable livelihoods) petani yang terdiri dari human capital, social capital, natural capital, physical capital, dan financial capital.
Copyrights © 2026