Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan dengan prevalensi tinggi dan berisiko menimbulkan komplikasi maternal dan perinatal. Pada trimester II dan trimester III, kebutuhan zat besi meningkat sehingga ibu hamil lebih rentan mengalami anemia. Penanganan anemia umumnya menggunakan tablet Fe, namun sering terkendala oleh efek samping dan rendahnya kepatuhan. Oleh karena itu, diperlukan terapi komplementer seperti jus buah bit (Beta vulgaris) yang kaya zat besi, asam folat, dan vitamin C untuk membantu meningkatkan kadar hemoglobin. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian sebanyak 20 ibu hamil trimester II dan trimester III dengan anemia yang dipilih secara purposive sampling di TPMB Sri Adji Handayani. Intervensi berupa pemberian jus buah bit sebanyak 200–250 ml per hari selama 14 hari, disertai konsumsi tablet Fe. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Rata-rata kadar hemoglobin meningkat dari 10,2 ± 0,40 g/dL sebelum intervensi menjadi 11,5 ± 0,45 g/dL setelah intervensi. Nilai mean difference peningkatan kadar hemoglobin sebesar 1,3 g/dL dengan 95% Confidence Interval (CI): 1,17–1,43 g/dL. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian jus buah bit terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Sebagian besar responden mengalami perubahan status dari anemia ringan menjadi kategori normal. Kesimpulan: Pemberian jus buah bit yang dikombinasikan dengan tablet Fe berhubungan dengan peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia. Jus buah bit dapat digunakan sebagai terapi komplementer yang aman dan efektif dalam mendukung penanganan anemia pada ibu hamil di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Copyrights © 2026